4 Golongan Perempuan
Alkisah, seorang lelaki yang hendak melangkah masuk pintu sorga tiba-tiba terhenti oleh teriakan (semacam demonstrasi) para perempuan.
“Wahai, Malaikat jangan biarkan lelaki itu masuk ke dalam sorga”, teriak mereka.
“Kalian siapa?”, tanya Malaikat pula.
“Aku ibunya…” ~ “Aku istrinya…” ~ “Aku anaknya…” ~ “Aku saudarinya…”
“Tapi kenapa?” tanya Malaikat lagi
“Lelaki itu, bisa beramal baik, sholat, puasa, dzikir, haji, dan mengumpulkan banyak pahala. Namun dia tak pernah memberi tahu, mengajarkan kami tentang pentingnya amal sholeh dan membiarkan kami berada dalam dosa”, jelas mereka serentak.
“Padahal aku, ibunya…” ~ “Padahal aku, istrinya…” ~ “Padahal aku, anaknya…” ~ Padahal aku, saudarinya…”
“Benar demikian?”, tanya Malaikat kepada lelaki calon penghuni sorga itu.
“Itu bohong, tuan Malaikat. Aku bahkan berulangkali, bersusah payah, jungkir balik memberi tahu mereka. Sayangnya mereka ingkar. Apakah, aku akan menanggung kesalahan dan dosa mereka padahal aku telah mengingatkan, wahai tuan Malaikat?”, bela lelaki itu.
“Benar demikian?, tanya Malaikat kepada para perempuan itu. Mereka hanya menunduk. Diam!!!
“Oke… kalo begitu, tak ada alasan kalian menghalangi lelaki itu masuk, menikmati keindahan, kenyaman dan dan para bidadari”, tegas Malaikat.
???
[ini hanya sebuah cerita...]
PS: Ekspor komentar ke Luar negeri.